Minggu, 26 Februari 2017

Review Novel RINDU By TereLiye

Rindu? akankah ada seseorang yang pantas untuk kurindukan? pastilah Ada, hanya saja takdir belum mempertemukan, bila saatnya, biar lebih istimewa.

Ini novel  ke lima karya Tere Liye yang saya baca setelah sebelumnya membaca Rembulan tenggelam di wajahmu, daun yang jatuh tak pernah membenci angin, sepotong hati yang baru, sunsite bersama Rosie dan yang baru selesai Rindu. Diantara kelima judul diatas yah, saya lebih suka Rembulan tenggelam di wajahmu, Tapi untuk keseluruhan semua novelya Bagus saya suka, kata katanya ituloh berrr, saya Rasa bang Tere Liye ini salah satu orang yang memiliki pemahaman yang baik yang menciptakan tokoh pria berwajah menyenangkan dan Gurutta serta sifatnya kan dia,  jadi pen ketemu siapa tau dia bisa bicara banyak kalau diminta pendapat tentang cerita hidup saya. hehe
Kembali ke Novel
RINDU
Kisah perjalanan ribuan orang di atas Kapal Blitar Holland untuk menunaikan Ibadah Haji.
Untuk menemui KeRinduan yang sesungguhnya.
di dalam Novel ini ada 5 cerita berbeda yang semua di jelaskan mulai pertengahan hingga akhir , sebenarnya novel Rindu ini Novel Tere Liye Tertebal yang pernah saya baca  memiliki 544 halaman dan sejujurnya novel Rindu ini memang banyak sekali basa basinya, awalnya saya bingung karna sampai halaman 200 san belum ada komplik sama sekali masih seputar Anna, Elsa dan keluarga, Ambo Uleng yang suka melamun depan jendela atau Romantisme Mbah kakung dan mbah Putri. Tapi bukan lagi kalau berhenti di tengah jalan, bukan pribadi saya, jadi saya baca terus sampai cerita pertama di bahas, di novel ini membahas Lima Pertanyaan 4 diantaranya dijawab oleh Gurutta,
pertanyaan pertama oleh Bonda Upe yang ternyata semasa hidupnya pernah dia jalani sebagai seorang Cabo atau Pelacur, apakah  Allah akan menerimanya di tanah suci?  saya suka sekali cara Gurutta menjelaskannya cara terbaik menghadapi masalalu adalah dengan di hadapi berdiri gagah mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Di lupakan? Itu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Peluk semua kisah itu berikan ia tempat terbaik dalam hidupmu, itulah cara terbaik mengatasinya. Dengan kau menerimanya. Perlahan lahan dia akan memudar sendiri, di siram oleh waktu di poles oleh kenangan baru yang bahagia.  Itu beberapa kutipan gurutta saat menjelaskan tentang masalalu bonda Upe.
Yang kedua,  pertanyaan dari daeng adipati Apa Arti kebahagiaan Yang sebenarnya? Di sini kisah daeng adipati yang sepanjang hidupnya sangat membenci sang Ayah yang berlaku kasar terhadap keluarga mereka bahkan ketika ibunya sudah meninggal. di gambarkan sosok ayah yang amat kejam.   Lagi lagi Gurutta menjelaskannya dengan amat sempurna membuat hati para pembaca nge EHH tiba tiba. Gurutta Said kesalahan itu ibarat Halaman Kosong tiaba tiba ada yang mencoretnya dengan keliru, kita bisa memaafkanya dengan menghapus tulisan tersebut. entah itu dengan penghapus biasa , dengan penghapus canggih, atau apapun. Tapi tetap tersisa bekasnya. Tidak akan hilang, agar semuanya benar benar bersih, hanya satu jalan keluarnya  bukalah lembaran kertas baru yang benar benar kosong. haaa! padahal gurutta dalam cerita ini sudah berusia 70an.
Nah pertanyaan yang ketiga, sebenarnya saya menunggau permasalahannya Ambo Uleng tapi ternya permasalahan ambo Uleng ada di pertanyaan ke 4
Pertanyaan ketiga milik mbah kakung, yah kakek usia 80 an yang romantismenya bersama sang istri terkenal sepanjang sudut kapal. Kenapa istrinya harus meninggal disaat mereka sudah sedikit lagi dari tanah suci? Kenapa harus di tengah lautan? Mbah kakung mengalami masa sulit saat di tinggal mbah putri  yang meninggal lebih awal, padahal mereka telah berjanji akan bergandengan tangan di depan masjidil haram, dan di kubur dengan makam yang berseblahan, tapi semua itu menjadi tidak mungkin, pertama mbah kakung takkan bisa bersama mbah putri di tanah suci lagi, yang kedua mbah putri harus di makamkan di tengah samudra. Itu amat menyakitkan baginya, walhasil Gurutta kembali memberi penjelasan yang menyejukkan hati, amat sangat. Lahir dan mati adalah takdir allah. Kita tidak dapat mengetahuinya, pun tidak ada kekuatan yang bisa menebaknya, Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, sesuatu yang kita anggap buruk boleh jadi baik untuk kitasebaliknya apa yang kita anggap baik boleh jadi amat buruk bagi kita. Aku rasa pribadi bang Tere Liye sama seperti tokoh Gurutta ini, kalau memang seperti itu Waw..

Nah kepertanyaan yang ke 4 pertanyaan yang sesengguhnya kutunggu tunggu sajak lembaran awal kisah dalam novel Rindu ini. Yup Ambo Uleng.di ceritakan ambo Uleng yang lari dari kota Pare pare karna patah hati, kekasih pujaanya akan menikah dengan pilihan orang tuanya sementara dia tidak bisa berbuat apa apa. dan demi menghapus semua kenangan itu ia pergi, pergi sejauh mungkin meninggalkan wanita pujaannya.  Apa itu cinta sejati ? nah begitu bunyi pertanyaannya. dari kian banyaknya kitipan Gurutta aku mengambil beberapa potongan Kata. cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskanya. Lepaskanlah! Maka besok lusa jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara yang mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. jika dia tidak kembali, Maka sederhana jadinya, Itu bukan Cinta sejatimu. Itu penjelasan Gurutta perihal kisah hidup yang di ceritakan Ambo Uleng, sederhana sih masalah Si Ambo ini tapi penjelasannya itu yang mengagumkan.
Tiba pada pertanyaan yang terakhir, pertanyaan dari siapa Hayo?? Yang belum baca, baca dulu Gihh hehehe
Yah, sebenernya sudah kutebak sejak pertengahan buku Gurutta memiliki salah satu dari kelima pertanyaan itu dan wusss,, aku ternyata benar. Disini kisah yang dialami gurutta persis di halaman halam terakhir, saat kapal Blitar Holland tiba tiba di bajak oleh Perompak Asal somalia. Gurutta amat takut menghadapi kasus ini takut ada yang menjadi korban, keputus asaan melanda pikiranya, malah ia mengambil kesimpulan membuat penumpang tidak terluka adalah pilihan terbaik dan membiarkan para perompak mengambil kapalnnya. Bagaimana  jika ada yang terluka? Ambo jelas mengerti Gurutta mengaitkan masalah ini syekh Raniri dan cinta pertamanya  yang meninggal saat melawan tentara belanda, karna saat itu tak ada yang bisa ia perbuat untuk menyelamatkan semuanya ia membiarkan takdir mengambilnya begitu saja! Gurutta yang amat bijaksana  menjawab pertanyaan pertanyaan dari bonda Upe, Daeng Adipati, Mbah Kakung, Dan Ambo Uleng malah terjerat  sendiri dengan pertanyaan hidupnya yang tak kuasa ia jelaskan. Malah si Kelasi Pendiam yang secara terkejut angkat bicara. Kita tidak bisa melawan kemungkaran dengan benci di dalam hati atau Lisan. Kita tidak bisa menasehati Perompak perompak itu dengan Nasehat Lembut, kita harus menebaskan pedang! Ungkap Ambo Uleng kepada Gurutta. malam itu  pertanyaan gurutta terjawab dengan tindakan bukan dengan Lisan.

Yuppp.. setelah berhasil mengambil alih kapal dan membungkam puluhan Perompak Kapal Blitar Holland Akhirnya Tiba di Jeddah, Ambo Uleng ikut menunaikan ibadah Haji, Kapal Blitar Holand menuju Rotterdam hingga 3 bulan kedepan saat menjeput para penumpang kembali, saat perjalanan pulang Ibu Anna dan Elsa melahirkan Anak kembar yang dua duanya Laki Laki. Dan yang tak terduga Pula Mbah Kakung meninggal Saat perjalanan Pulang jazatnya di semayamkan tepat di perairan di mana mbah putri dulu di semayamkan. Daeng Adipati setelah tiba di makassar berencana menemui semua saudaranya dan meminta agar bisa memaafkan ayahnya itu. Dan yang terakhir kisah  Ambo uleng yang ternyata begitu mengejutkan, pujaan hatinya telah dijodohkan dengan murid  teman muda ayahnya yang berasal dari Gowa itu. Ternyata adalah Gurutta, Gurutta Akhirnya menunjjuk Ambo Uleng  sebagai Murid yang ia maksudkan dulu. Ahhh,, Akhir yang Bahagia, yah, Aku tahu!

Miss, Novel Bang Tere Liye yang selanjutnya.. aku telah berjanji akan membaca semua novel Karya Tere Liye!  Doakan  terkabul yah Gan


 semoga  ada review review selanjutnya. 
jika ada yang singgah membaca, mungkin dari sekian banyaknya penduduk di bumi pastilah ada satau, satu saja yang melihat tulisanku ini. sudikah meninggalkan komentar? mengkritik ejek juga ngak papa. 
nb: ini review beberapa tahun yang lalu. tapi baru di post, sengaja gak ada yang diedit, biar keliatan polosnya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar